ikhlas kah kita?

Perdana menteri Malaysia menyarankan kepada semua rakyat Malaysia supaya mengamalkan sepenuhnya apa yang difirmankan dalam al quran sempena nuzul quran hari ini”, saya tergelak kecil.


Demikian ustaz zamri dari radio ikim membaca petikan berita pagi ini. Saya tidak tahu di mana geli hatinya berita berkenaan, tapi ia berlaku secara spontan.


Saya terbayang wajah P.M Malaysia di samping isterinya.



Tapi, biarkan tentang perkara itu. Saya menyerahkan pada viewer semua untuk fikir sendiri.


Apa yang lebih penting untuk difikirkan adalah mengenai Nuzul Al Quran iaitu pada hari ini tanggal 17 Ramadhan.


Peristiwa Nuzul al-Quran berlaku pada malam Jumaat, 17 Ramadan, tahun ke-41 daripada keputeraan Nabi Muhamad SAW. Perkataan ‘Nuzul’ bererti turun atau berpindah dari atas ke bawah.


Memasuki 17 Ramadhan seperti memberi signal kepada kita semua bahwa Ramadhan semakin hampir ke kemuncaknya. Ya, kemuncak amal kita.. kemuncak akhlak kita… kemuncak iman kita.


Menghampiri 10 malam terakhir ramadhan sepatutnya semakin nampakkan buah buah yang dituai sepanjang ramadhan yang telah berlalu.


Bagaimana jika sama sahaja perangai kita?


Subuh masih lewat?


Masih lagi mengumpat?


Mudah marah marah?


Masih tak mampu menjaga pandangan?


Pemalas?


Ertinya ramadhan tiada memberi apa apa impak pada kita. Kerana sekiranya puasa kita benar benar kerana Allah pasti, tidak dapat tidak, imbuhannya ataupun hasilnya adalah Takwa.


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Surah al-Baqarah: 183)


Macamana nak tau saya puasa kerana Allah?


Orang lain puasa, saya pun puasa la..


Orang lain terjun longkang, adakah saya akan terjun longkang?

teng teng teng...


Ada 8 tanda orang yang beramal semata mata kerana Allah terutamanya kepada sesape yang mengatakan mereka seorang DAIE dan sedang berDAKWAH. Adakah kita ada salah satu daripada tanda tanda di bawah? (saya petik dari site dakwatuna)


Jom kt check sama sama.. (macam rancangan kanak2 plak)


1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas


Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.


Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”


Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dan sikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.


2. Ikhlas ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan


Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.


Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (Ahmad).


3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan


Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.


Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (Ibnu Majah dan Baihaqi)


4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit


Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”


Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.


5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia


Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir’aun.


6. Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah


Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (At-Taubah: 58)


7. Keikhalasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan


Keikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”


8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan


Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.

kakak nak balik bile?

“kakak nak balik bila?”, tanya anak kecil itu.


Saya menenung tepat ke dalam matanya. Redup matanya seperti menyembunyikan sesuatu yang sukar dilafazkan.


“Lepas buka puasa nanti, akak balik la. Kenape?”, tanya saya semula cuba menduga perasaannya.


“Tak de pape”, jawabnya tersenyum tawar.


“Kakak, dulu aina teringin sangat nak masuk asrama ni. Ingatkan best. Tapi bila datang sini, rasa tak seronok pula. Kawan kawan kat sini suka bergaduh. Tapi aina selalu ingat pesan mak, bersabar la, walau apapun orang buat kat aina. Allah kan ada” , kata kata dari anak kecil itu meluncur laju seakan akan menggoncang perasaan saya.


Aina, pribadinya lebih matang dari usianya sendiri. Baru berumur 8 tahun, tapi percakapan dan pemikiran jauh meninggalkan usianya.


Saya memerhatikannya mengambil baju sekolahnya. Kemudian masuk ke dalam bilik air yang serba daif itu. Perlahan lahan baju itu dibasuh sendiri.


Perasaan saya seperti ditusuk tusuk sembilu.


Teringat saya ketika berumur 8 tahun, segala galanya mama dan pembantu rumah yang uruskan. Dari membasuh pakaian, basuh kasut, gosok baju, kemaskan buku dan menyediakan keperluan saya.


Tanpa saya sedar, mutiara kepanasan jatuh satu persatu di pipi.


Subhanallah, betapa nikmat Allah pada saya sangat besar. DikurniaiNya hidup saya dengan kasih sayang yang melimpah ruah. Kasih sayang seorang ibu.


1% sahaja kasih sayang ibu itu berbanding kasih sayang Allah pada setiap hambaNya. Tetapi 1% kasih sayang itu pun saya rasakan lebih besar dari dunia dan seisinya. Apatah lagi kasih sayang Allah 99% lebih besar terhadap hamba hambaNya.


Tapi anak kecil itu tidak merasainya. Dia terpaksa ditinggalkan ibunya di rumah anak yatim itu lantaran kemiskinan. Ayahnya sudah tiada lagi. Hidupnya cukup berdikari. Dari membasuh baju, menjemur kain, mengemas buku, dan segala keperluan dirinya dilakukannya seorang diri tanpa bantuan sesiapa.


Saya tinggalkan Aina, dengan kucupan dan dakapan mesra. Saya berjanji padanya akan kembali menjejakkan kaki ke Rumah Anak Yatim Bait Al Amin ini lagi.


Dia tersenyum lebar mendengarkannya.


Senyuman itu masih lagi terukir di ingatan saya.


Tak mampu untuk saya lupakan.


Senyuman seorang anak kecil yang mendambakan kasih sayang.


Ingatlah duhai adik, DIA sangat menyayangimu..


Begitu juga aku...


Le tour de Sabah (final)



permandangan kat pasar filipin


Dua hari berjaulah ke Sabah sememangnya tidak cukup… tapi nikmat dan peluang yang Allah berikan tiada tolok bandingnya.. perjalanan pulang ke semenanjung di rasakan sangat berat. Tapi saya tinggalkan sebuah kisah cinta pada akhwat di sana..


Cinta antunna…

Cinta ana…

Cinta kita semua…

Yakni cinta kpd Allah…

Cinta yang tidak pernah menerbitkan sekelumit pun rasa cemburu antara kita…

Sebaliknya...

Cinta inilah yang makin menyatukan hati2 kita…


XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX


Saya akhiri Le Tour de Sabah ni, dengan beberapa gambar sekaligus menceritakan perjalanan pulang saya ke semenanjung..


fried noodles & chicken


guava juice & fruit & kit kat


licin..


merenung ciptaan Allah..



Le tour de Sabah (Part 2)


Sepanjang berada di sabah dan mengenali akhwat sabah, saya begitu tertarik dengan pribadi para akhwat di sana. Usai tiba di ‘banglo’ dakwah milik mereka, saya di sambut dengan huluran tangan dan salam penuh kemesraan. Terus mereka hidangkan saya dengan sedikit makanan. Walaupun agak kepenatan, saya gagah kan diri untuk menjamah sedikit demi menjaga hati mereka. Subhanallah, hati saya berbunga bunga merasai nikmat ukhwah bersama para akhwat di sana.


Banglo akhwat sabah


Keesokkan harinya, kami berprogram seharian penuh. Bertukar pendapat, memberi pandangan, meluahkan perasaan kerana cinta kami yang sangat besar kepada Allah, RasulNya dan agama kami, Islam yang tercinta!!


Betapa bila ukhwah itu disuburi dengan cinta kepada Allah,

Walaupun pertama kali berjumpa seperti sudah lama makan dan tidur bersama..

Walaupun laut china selatan, banjaran titiwangsa dan gunung kinabalu beribu ribu batu memisahkan jasad kami, namun hati ini seakan akan sudah berpatut sekian lama…


Demikian lah berbezanya hubungan yang didasari dgn cinta kepada Allah, berbanding dengan hubungan yang di dasari dgn kepentingan individual dan kehendak nafsu semata..


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Pada petang sabtu, saya berpeluang untuk keluar meronda ronda dan mengelilingi kota kinabalu..


Subhanallah, cukup indah bumi sabah… betapa Allah telah membukakan mata hati dan jiwa saya..


kawasan perumahan penduduk kampung


Terus terang, sebelum ini, saya menggambarkan sabah adalah sebuah negeri yang tiada apa apa, hanya pekan kecil yang dikelilingi hutan2 tebal dan dipenuhi dengan haiwan haiwan liar.


Tapi rupa rupa nya tekaan saya 100% silap…


Dapat saya simpulkan, sabah kaya dengan kasih sayang..


Ya kasih sayang..


Kasih sayang para penduduk nya..


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Saya sengaja naik moto dengan seorang akhwat Upsi yang juga first time datang sabah.. Dalam hati saya seperti berbisik bisik, “macam nak sesat je petang ni”.


pengembaraan bermula..


“Tak di namakan pengembaraan kalau tak sesat,” hati saya menambah lagi. Hehe.. memang itulah saya, sukakan cabaran. Kalau tidak masakan masih kekal dalam jalan dakwah dan tarbiyah ni.. jalan yang penuh onak, duri, cabaran, dugaan dan macam2 lagi..


Kemudian, bermula lah pengembaraan kami mengelilingi kota kinabalu.. tempat tujuan kami adalah Pasar Filipin (tak tahu la betul ke tak ejaan tu)


Pusing punye pusing, tanya pak cik tu, tanya mak cik ni, belok sana, belok sini, akhirnya kami tiba di tempat yang di tuju. Masa tu ramai sangat orang, keadaannya seperti pasar malam wakaf che yeh kat Kelantan (promote.. hehe).


Tapi satu benda yang menarik perhatian saya adalah ramainye kanak kanak yang berkeliaran di kawasan tu. Pelik juga, seperti anak anak yang bukan dalam pantauan parent…

kanak2 bermain main berdekatan pasar filipin.


To be continued..


Afwan, lambat update, banyak urusan sgt. ana usahakan utk abiskan le tour de sabah nanti.


Le tour de Sabah (Part 1)


Pengalaman berjaulah dan berprogram ke sabah merupakan pengalaman yang cukup indah untuk dilukiskan dengan kata kata. Benarlah apa yang difirmankan oleh Allah s.w.t dalam Al Quran…

“…… Demikian Allah menyempurnakan nikmat Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada Nya) …….” (16:81)


Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah kerana mengurniakan begitu banyak nikmat dan kemudahan, nikmat sihat sehingga dapat berjaulah dan berprogram melintasi laut china selatan, nikmat rezeki sehingga dapat menaiki Malaysia airlines (thanks for MAS crews for your 1st class services), nikmat ukhwah sehingga dikurniakan akhwat2 sabah yang begitu baik sekali melayan tetamu.




Alhamdulilah, saya bertolak dari Utp pada jam 9.13 pagi 14hb dari KTM Batu Gajah ke K.L sentral. Pagi tu agak kelam kabut kerana semua akhwat ada kelas dan pergi keje. Tapi alhamdulillah Ukhti Khadijah siap untuk menolong menghantar saya ke KTM dengan motor nye. (Thanks ye kak jah, luv u.. hehe)


Tiba di K.L sentral, saya terus mencari KLIA Express, ingatkan murah, rupenya RM35… Uishh, terkejut gak la, tapi buat2 slumber jje. Dah beli tiket terus pergi check in kat situ gak. Tapi masa tu masih awal lagi sebab flight saya pukul 5 petang. So, call la my sporting uncle, Pok cha. Hehe..


Pok cha, my sporting uncle..


“Jom g makan sama,”, ajak my uncle.

“Ok”, kata saya ringkas.

Tetiba dia bersuara, “Cuba tengok akhbar kosmo ni”.

Saya perhatikan tajuk utamanya, “Asri Rabbani rebah di pentas nasyid.”


Saya perhatikan betul2, rupa nye ada gambar uncle saya sedang usung jenazah arwah Asri. Rupa nye uncle saya best friend Arwah Asri, diorang selalu pergi umrah bersama2. Terharu mendengar uncle saya menceritakan kebaikan arwah. Semoga Allah tempatkan beliau bersama para syuhada’ dan solihin..


my uncle (baju pink) mengusung jenazah arwah Asri.


Then, akhirnya bila tiba di KLIA dalam pukul 4.45 petang saya masuk ke ruang menunggu. Sedang asyik membaca terjjemahan Al Quran, mata saya tetiba seseorang. “Macam pernah tengok,” bisik hati kecil saya, rupanya Aziz Satar, pelakon veteran duduk betul2 di hadapan saya. Ramai gak la peminat dia yang datang mintak autograph..


Datuk Aziz Satar (Baju biru)

Saya sambung melihat terjemahan. Tetiba mata saya sekali lagi ternampak seseorang yang saya kenal. “Ni Datuk Ismail Kamus ni”, bisik hati saya. Saya agak teruja, rasa mahu sahaja menyapa beliau bertanyakan masalah umat sekarang ni. Tapi apakan daya, hanya mampu memerhatikan beliau dari jauh. Selalu juga saya mendengar ceramahnye melalui youtube…


Datuk Ismail Kamus ( Jubah putih)


Kemudian, kami dijemput oleh cabin crews untuk masuk ke dalam flight.


Menuju masuk ke dalam flight.


“Welcome aboard”, kata seorang pramugari. Perjalanan selama 2 jam 30 minit, rasa sekejap sahaja kerana kami dilayan dengan baik sekali.


nasi goreng with chicken satay + guava juice...


Cumanye, pakaian pramugari agak menjolok mata. Itu bukanlah nama nye professionalism bagi saya. Kenapa kena pakai seksi utk jadi professional? Kenapa sanggup mengundang murka Allah, semata mata untuk menjadi tatapan mata manusia?


Keadaan di dalam fligt MH 2662


Insyaallah, ikhwah akhwat semua, nanti bila tiba saatnye, kita semua ada syarikat penerbangan sendiri yang pramugarinye memakai tudung labuh tapi sangat professional melayan hanya tetamu perampuan dan pramugara ikhwah yang sangat professional melayan para tetamu lelaki. Insyaallah..


Alhamdulillah tiba di lapangan terbang kota kinabalu, KKIA jam 7.30 malam.



To be continued...